Published on: Friday, 22 May 2026
Primakara University melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Primakara University menggelar rapat koordinasi sistem IRIS (Innovation and Research Information System) bersama tim reviewer internal pada 22 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, serta pengembangan sistem pendukung institusi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan di lingkungan Primakara University.
Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah sosialisasi dan pembahasan tata cara penggunaan IRIS (Innovation and Research Information System) kepada reviewer internal. Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pengumpulan, pengelolaan data, hingga pelaksanaan review penelitian dan PKM dosen secara terstruktur dalam satu platform digital.
Melalui kegiatan koordinasi ini, tim reviewer internal memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai alur penggunaan sistem serta mekanisme penilaian yang terintegrasi melalui IRIS.
Pemanfaatan IRIS menjadi bagian dari komitmen Primakara University dalam mendorong transformasi digital di bidang akademik dan riset, sekaligus meningkatkan efektivitas tata kelola penelitian yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Pada Senin, 13 April 2026, bertempat di ruang meeting Primakara University, kegiatan Sharing Session Internasional ini menjadi wadah bagi dosen untuk memperdalam pemahaman terkait pengembangan riset yang terarah dan berdaya saing global. Melalui diskusi yang interaktif, peserta mendapatkan insight mengenai strategi penyusunan roadmap penelitian serta peluang publikasi internasional bereputasi. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Primakara University dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan memperluas kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Primakara University menyelenggarakan Visiting Lecture Internasional yang menghadirkan Prof. Dr. Arun Kumar Sangiah Sebagai narasumber internasional sekaligus peneliti Top 2% ilmuwan dunia versi Stanford University & Elsevier.
Sebanyak Sembilan dosen berhasil lolos pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek.